Bagi orang yang baru datang ke Jakarta, ketika melewati Karet ke arah Petamburan, lalu menuju arteri seberang Palmerah, atau tepatnya di samping gedung Departemen Kehutanan, pasti langsung terkesima. Sebuah warisan mantan gubernur Sutiyoso berupa tonggak-tonggak beton bercokol seperti menyembul dari tanah.
Sesungguhnya kalau kita punya jiwa seni dan punya kemampuan mengapresiasi sebuah produk kesenian, maka kita akan sepakat mengatakan bahwa bangunan yang seolah tak tuntas ini seperti sebuah karya seni tingkat tinggi. Bagaimana tidak, di atasnya besi cor dibiarkan menjuntai mengarah ke angkasa. Posturnya solid, konsepnya seperti seni kontemporer.
Siapapun yang melewati pasti matanya akan segera melihat dan memelototi setiap tonggak demi tonggak. Tidak perlu marah atau geram, karena ini adalah sebuah patung. Jika Anda marah berarti Anda tak bisa mengapresiasi seni.
Kalau marahnya Anda lontarkan dulu, sewaktu proyek Jakarta Monorail itu sedang dibangun dari Karet menuju Senayan, wajar. Karena perjalanan Anda memang amat terganggu. Tapi jika Anda marah sekarang, jelas salah. Lagi pula marah kepada siapa? Si penanggungjawabnya saja sudah turun panggung.
Boleh saja marah, jika tiba-tiba Anda menyerempet tonggak itu karena disundul metromini. Atau ketika malam sekonyong-konyong di hadapan Anda berdiri tonggak yang amat kuat. Dan Anda, tak bisa menghindar, lalu brak! menubruknya.
Tapi Anda tak bisa menuntut atas celaka yang Anda alami. Lagi-lagi, kepada siapa? Mau protes agar tonggak beton itu dihancurkan saja, agar jalanan kembali seperti semula? Kepada siapa? Juga, kita pun tidak tahu monorail itu akan maju jalan atau bubar jalan?
Maka, saya memberikan saran kepada Anda warga Jakarta dan yang melewati jalan raya, anggap lah bahwa kita memiliki tugu baru. Tugu bernama EKS MONORAIL . Biar rasa berkesenian kita lebih terasah, untuk mengapresiasi sebuah karya seni pemerintah daerah.
Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan sebuah tanggapan
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>