handra Widjaja wakil Indonesia (foto memakai Nokia N81 8 GB)
Pemandangan Jakarta, khususnya di kawasan Senayan dan sekitarnya, 22 April 2008 seperti tengah terjadi pertemuan para pemimpin dunia. Bagaimana tidak, kawasan itu amat steril penuh dengan penjagaan berlapis-lapis. Beberapa di antaranya; polisi (brimob, polantas), tentara (salah satunya paskhas TNI AU), satuan pengamanan, satpol PP, intel, hingga perkumpulan warga betawi. Yang ditunggu ternyata bukan sosok manusia, namun api yang kelak akan berwujud obor. Tentulah bukan sembarang si jago merah. Ia adalah api yang diambil dari Olympia, di datangkan ke Jakarta sebelum terbang ke Canberra (Australia). Ini api monumental yang disebut-sebut menjadi perangkul warga dunia. Ini api yang menjadi simbol pengobar semangat para atlet di seluruh dunia. Ini adalah api olimpiade. Dan, baru sekali ini mendatangi Jakarta selama berpuluh tahun Olimpiade musim panas itu digelar.
Indonesia tentu mengirimkan atletnya. Mereka adalah duta. Karena itu warga Indonesia ingin memompa semangat para dutanya. Api itu barangkali akan mengingatkan seluruh orang (khususnya di Jakarta) bahwa Indonesia ikut serta di ajang pesta olahraga terakbar. Maka mustinya warga tak dihalang-halangi atau dilarang bahkan melihat seperti apa api itu bergaya di jalanan ibukota.
Jangan kan warga. wartawan yang tugasnya meliput dan melaporkan bagaimana api itu dengan segala keriaannya pun tak diijinkan masuk. Padahal mereka sudah menunggu dan punya identitas. Jadi bagaimana berita tentang api bisa tersebar ke masyarakat yang kelak akan memberikan dukungan kepada duta atletnya.
Bendera Indonesia yang seharusnya berkibar lebih banyak pun nyaris dikalahkan oleh bendera asing. Gelora Bung Karno seperti menjadi milik warga asing. Jika ada yel-yel ini karena inisiatif para sponsor utama ajang ini. Tapi bukan secara langsung oleh masyarakat kebanyakan.
Untuk sebuah acara yang hanya berlangsung 3 jam, kita seperti kewalahan. Kita seperti tidak sedang berada di kampung sendiri. Aneh bin ajaib.
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
