Kecelakaan maut yang merenggut seorang perempuan SPG di jalan panjang kebon jeruk, Sabru 26 April 2008 bukan saja karena soal bahwa bus Debora mengalami keruasakan. Atau lantaran karena ada persoalan dengan perijinan KIR yang memang sudah buruk. Tapi juga lantaran begitu banyak sopir yang tidak awas lalu lintas. Mereka seperti para pemilik jalan. Karena merasa bahwa kendaraan yang mereka bawa berbodi besar, berkulit keras, dengan seenak udelnya para sopir bus dan metromini “menjajah” jalanan. Tapi celakanya hal-hal seperti ini sering luput dari pantauan polisi lalu lintas atau DLLAJR yang menjadi pengawas.
Sewaktu saya melakukan perjalanan dari Pasar Minggu ke Pancoran, berulang kali saya harus mengalah, lantaran kendaraan semacam metromini main potong jalur, kiri ke kanan dan sebaliknya. Lihatlah foto di atas. Mereka, para sopir dan kenek seperti sudah kebal telinganya, atas makian dan bunyi klakson mobil yang diserobotnya. Potret buramnya angkutan di Jakarta tak saja pada kondisi fisik kendaraan itu sendiri, tapi juga tingkah laku pengendaranya yang sangat menyebalkan. Itulah Jakarta. Kerja kejar setoran!
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
